(Foto : Asbar Bilu)
Amanah Muqaddimah KARAENGTA KOTA BAUBAU memberi arah Sipakatau, Sipakainga', Sipalakbiri' adalah tiga pilar filsafat anak Makassar untuk mengokohkan persatuan dan rasa gotong royong, saling tolong menolong di rantau sekaligus motivasi untuk mendukung program kerja pemerintah, dikuatkan amanah Pasal 7 anggaran Dasar Karaengta Kota Baubau tahun 2023. (13/8/2023)
Asbar Bilu menuturkan bahwa "Kami berharap, Karaengta yang merupakan organisasi sosial tetap menjunjung tinggi amanah Pasal 6 Anggaran Dasar Karaengta tahun 2023 tidak berafilaliasi dengan organisasi sosial - politik maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, demi menjaga hubungan kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan yang harmonis sesama warga dan tetap terjaga, terawat secara kelembagaan organisasi sebagai Perwujudan Pasal 7 AD Karaengta Kota Baubau tahun 2023.
Semoga LAUNCHING WEBSITE KARAENGTA KOTA BAUBAU tahun 2023 ini kita bisa Kampanyekan aturan main KARAENGTA KOTA BAUBAU terbaru baik AD/ART Karaengta Kota Baubau tahun 2023 maupun Peraturan Organisasi Karaengta Kota Baubau tahun 2023 sebagai pedoman kerja dan pedoman hidup para pengurus Karaengta Kota Baubau di manapun berada.
Implementasi dari Filosofi Makassar "Empo Sipitangarri" adalah fondasi utama prioritas untuk menyukseskan Program kerja Karaengta, mengadu ide dan gagasan.
Setiap yang lahir dari ide dan gagasan adalah sebuah kelembutan jiwa.
Pemimpin Karaengta Kota Baubau idaman adalah mereka yang mampu melembutkan jiwa agar dapat berpikir rasional untuk meningkatkan hubungan kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan harmonisasi serta mempererat kerjasama diantara anggota-anggotanya dan masyarakat dimanapun anggota Karaengta berada. "Ujar Bilu."
Karaengta sejatinya berperan secara efektif, efisien dan profesional sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat kekeluargaan dan bahkan keluarga melalui pendekatan sosial budaya dan berorientasi membangun solidaritas atau saling tolong menolong bagi warga Sulawesi Selatan yang ada diperantauan dalam bingkai "Sipassiriki Na Sikapaccei".
Kami berharap pemimpin Karaengta saat ini dan kedepan dapat menciptakan iklim lebih baik guna terselenggaranya kegiatan dan seluruh program kerja organisasi. Semoga terlahir pemimpin yang mengajak bukan mengejek, menolong bukan mengolok, membantu bukan membanting, sebagai wujud "Sipassiriki Na Si Kapaccei".
Jangan terintimidasi oleh lingkungan tidak JUJUR betapa KEPEDULIAN KEMANUSIAAN yang semestinya mengintimidatif terhadap ketidak pedulian terhadap warga suka hingga duka bukan sebaliknya. Kejujuran itu tidak bisa diajarkan tapi DIHIDUPKAN
Penjajah saja bisa keluar dari bangsa kita
Harusnya intimidatif dan kebencian dalam KARAENGTA KOTA BAUBAU kita jauhkan dengan menggunakan akal sehat, bukan malah menimbulkan perpecahan bagi warga kita.
Mencerna dengan baik setiap hal yang terjadi.
Hidup rukun tanpa rasa benci di hati,
menerima keberadaan orang lain dengan segala perbedaan yang ada, menjaga persatuan itu perlu dan harus dilakukan, saling menghormati dan menemukan makna indahnya kebersamaan di tengah perbedaan yang beragam.
Ketika persatuan tetap terjaga, maka hal itu akan menjadi koridor yang tepat untuk hidup damai dan tak terpisah-pisah.
" Asbar" Berharap persatuan dan kesatuan akan terus terajut, demi keutuhan warga Karaengta dimanapun berada.
Nakana tautoayya :
Sikatutuiki Tope
Kisisassa mole-mole
Kiranrang Beru
Kiranrang bale cinikang
Silahkan diluar sana ada gelombang dan arus kuat namun kapala Phinisi KARAENGTA KOTA BAUBAU serta penumpangnya yang ahli berlayar akan tenang-tenang saja, akan selamat sampai tujuan, kebersamaan, kerukunan keluarga anak Selebes ditanah rantau tetap satu dalam ikatan Karaengta Kota Baubau menggunakan simpul Sipassiriki Na Sikapaccei. "Tegas Bilu"
"Makassar dahulu terkenal dengan para pelaut ulungnya dalam mengarungi samudera yang luas dengan semangat yang digambarkan dalam pepatah Kualleangi Tallanga Natowalia :
sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai artinya lebih Kupilih tenggelam (di lautan) daripada Harus Kembali Lagi (ke pantai).
Keberanian adalah suatu keutamaan, namun segalanya memerlukan kearifan dalam berpikir,
Kita tidak bisa mengatur perkataan orang lain terhadap kita.
Kita tidak bisa mengatur pikiran orang lain terhadap kita.
Kita tidak bisa mengatur sikap orang lain terhadap kita.
Yang bisa kita atur adalah sikap kita menyikapi semua itu.
Hidup bukan siapa yang terbaik
Tapi siapa yang bisa berbuat baik
dan bukan pura-pura baik.
(logo Karaengta Kota Baubau)


Porei 👍Kungai nakke Jeka , sipassiriki na sikapaccei.🙏
BalasHapusPosting Komentar